Wisata Tadabbur VS Wisata Halal

Wisata hikmah"Wisata Hikmah”, “Wisata Halal” dan “Wisata Tadabbur” adalah istilah baru dalam dunia pariwisata yang muncul beberapa tahun belakangan ini. Ketiga istilah tadi menggunakan kosa kata dari Bahasa Arab. Sebagaimana umumnya jika kata berasal dari Bahasa Arab, maka akan dikaitkan dengan agama Islam.

Baiklah, pada kesempatan yang sangat baik ini, kami akan memaparkan perbedaan istilah-istilah tadi. Khususnya antara “wisata halal” dengan “wisata tadabbur” serta implementasinya pada kegiatan pariwisata.

Wisata Halal

Menurut Wikipedia, wisata halal adalah bagian dari pariwisata yang diberikan terhadap keluarga-keluarga Muslim berdasarkan pada aturan-aturan Islam. Istilah lain dari wisata halal adalah “halal tourism”, “tur halal”, “perjalanan halal”,”Halal holiday”. Sejak tahun 2015, konsep pariwisata halal mulai dikembangkan dan digunakan setelah sebuah acara bernama “World Halal Tourism Summit” dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Hotel-hotel dalam destinasi semacam itu tak menyajikan alkohol dan memiliki kolam renang dan fasilitas spa terpisah untuk pria dan wanita. 

Konteks wisata halal ada pada layanan, bukan mengubah objek atau alam wisata lainnya. Banyaknya wisatawan Muslim membutuhkan beberapa hal penting terkait ajaran agama yang harus dipatuhi. Misalnya, arah kiblat, tempat sholat, makanan dan minuman halal serta level kesehatan lingkungan dan higienitas makanan.

Jadi, wisata halal tidak berarti harus pada setiap sudut dipasang gambar ka’bah, atau tulisan basmallah, asmaul husna dan symbol-simbol lain, melainkan layanan yang memungkinkan wisatawan muslim agar nyaman dan mudah dalam aktivitas wisatanya, tanpa mempertentangkan dengan kebutuhan kehidupan sebagai muslim. Berwisata, tetap bisa sholat, bisa makan yang halal, dan terutama ramah anak.

Wisata Tadabbur

“Tadabbur” berasal dari kosa kata Bahasa Arab, yaitu dabbara, yang artinya memikirkan, merenungkan, memperhatikan sesuatu di belakang. Jika dimaknai secara umum, tadabbur berarti sebuah proses merenung, memikirkan secara mendalam, untuk dapat mengambil makna dan hikmah atas peristiwa dan  fenomena tertentu. 

Banyak para wisatawan yang hanya menikmati keindahan alam dan artefak-artefak sejarah hanya sebatas memandang secara visual saja. Tempat-tempat indah dan romantis dan tentu asyik untuk makan-makan, bahkan berfoya-foya. Namun tidak menggali apa sebenarnya dibalik itu semua.

Sebagai umat beriman kepada Alloh, tentu setiap aktivitas haruslah dijadikan sarana meningkatkan ketakwaan, agar kualitas diri menjadi semakin baik. Tak terkecuali kegiatan Wisata. Aktifitas ini haruslah dijadikan sarana meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Alloh swt. 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal (TQS. Ali Imran (3): 190), demikianlah Firman Alloh dalam Al Quran, yang menegaskan kepada kita untuk “menangkap” tanda-tanda kekuasan Alloh dalam alam semesta.

Selain bentangan alam semesta, yang harus kita lakukan tadabbur adalah bukti-bukti sejarah. Karena Bukti sejarah akan memberikan wawasan kepada kita akan kehidupan manusia di masa lalu, yang mungkin bisa dijadikan pelajaran untuk kehidupan yang akan datang. Sejarah akan berulang walaupun dengan konteks peristiwa yang berbeda.

Bukti sejarah berada di setiap sudut belahan dunia. Demikian pula di Indonesia, bentangan budaya dan kehidupan masa dulu, tersingkap dari bukti-bukti sejarah, dari jaman sebelum masehi sampai sekarang.

Penemuan fosil manusia purba di Sangiran, prasasti-prasasti, candi, keraton, naskah-naskah kuno, benda-benda pusaka, senjata, masjid, makam dan lain-lain yang bisa dijadikan rujukan menilai keadaan dalam konteks kehidupa saat itu. 

Jika di luar negeri seperti ka’bah, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Quba, makam, gunung bersejarah jika di Arab Saudi.

Di Turki ada istana Topkapi, Cappadocia, Blue Mosque, Hagia Sophia, Hippodrome, Basilica Castern dll.

Semua benda dan bukti sejarah tersebut dapat “bicara makna” kehidupan di masa lalu dan bisa dijadikan referensi akan kehidupan di masa yang akan datang.

Kesimpulan

Wisata Halal lebih ditekankan pada fasilitas yang disediakan agar wisatawan muslim menjadi nyaman dan mudah dalam kegiatan berwisata tanpa mempertentangkan dengan kebutuhan kehidupan sebagai muslim. Sedang Wisata Tadabbur adalah nilai tambah yang diberikan kepada wisatawan agar mereka mendapatkan penjelasan tentang sebuah objek wisata, memaknai peristiwa dibaliknya dan dijadikan pelajaran / hikmah yang mungkin akan beguna bagi kehidupan umat manusia. 


Posting Komentar